Hi, gadgetizen, beberapa waktu yang lalu gua itu diundang oleh Apple untuk datang dan mengunjungi Apple Developer Academy. Bukan yang di luar negeri yah, tapi ini di Indonesia. Ya kalian nggak salah baca. Ini beneran di Indonesia tepatnya di daerah BSD. Bintaro sonoan dikit.

Mungkin nggak banyak yang tahu kalau sejak 2017, Apple itu sebenarnya udah masuk ke Indonesia. Masuk di sini pengertianya adalah berinvestasi di Indonesia. Karena dengan adanya peraturan TKDN, semua produsen smartphone wajib berinvestasi di Indonesia tidak terkecuali apple. Namun bentuk investasi Apple bukan dalam bentuk membangun pabrik, melainkan sebuah Akademi. Lebih tepatnya Developer Academy. Ini tuh kaya semacam pusat penelitian yang dibangun oleh Apple untuk Indonesia lah. 

Foto : Apple Developer Academy, bekerjasama dengan Binus University.

Nah, maksudnya untuk Indonesia gimana sih? Jadi Apple bener – bener pengen ngebangun ekosistem akademi di Indonesia, yang mostly isinya adalah anak – anak muda berbakat di Indonesia.

Waktu gua datang ke Apple Developer Academy, gua dibuat takjub oleh banyak hal. Gue bahas dari yang receh dulu deh, dari meja.

Meja yang ada di lab tempat belajar para student di akademi ini keren banget. Mejanya itu meja tanam yang emang enggak bisa digeser-geser jadi lokasinya sudah ditentukan. Sudah ditanamkan juga colokan yang semua kabelnya itu ada di bawah lantai, jadi nggak akan ada ceritanya kalian kesandung kabel colokan atau keserimpet kabel ketika lagi jalan. Desain meja nya pun dipikirkan sekali. Mejanya cukup untuk 3 sampai 6 orang, dengan bentuk yang di desain memperhatikan psikologi orang yang akan duduk di situ. Jika kalian duduk di meja manapun kalian tidak akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan informasi, karena di sekeliling ruangan juga disediakan layar besar untuk para student bertukar informasi. Jadi, kalian akan tetap nyaman di meja kalian tanpa harus berpindah-pindah. Bahkan kalau kalian pegel duduk, mejanya bisa berubah menjadi standing table. Pokoknya kualitas desain dari mejanya aja udah kelihatan banget deh kalo Ini standar Apple.

Foto : Fasilitas meja di Apple Developer Academy.

Kemudian lanjut bagian sudut-sudut ruangan yang lain, ada ruangan untuk Brainstorming, ada ruangan untuk Multimedia dan bisa juga digunakan untuk nonton Netflix. Dan lagi-lagi, hal kecil kayak gini sangat diperhatikan dengan baik. Karena kalau kalian nonton Netflix suaranya akan teredam dengan baik. Akustik ruangan betul – betul diperhatikan saat pembuatan fasilitas ini.

Foto : Suasana didalam Apple Developer Academy.

Dan mengenai para pelajar di sini, mereka direkrut melalui sebuah proses seleksi yang diselenggarakan oleh pihak Apple. Untuk bisa menjadi partisipan seleksi nya, kalian bisa daftar secara GRATIS. Beneran gratis.

Lalu apa sih sebenarnya tujuan dari Apple ngebangun Apple Developer Academy di Indonesia? Apple sangat percaya bahwa di belahan dunia manapun, kalo SDM nya diberdayakan dan diberi pelatihan dengan kualitas yang mumpuni, pasti akan mencetak developer yang handal. Gak peduli tuh mau dari negara mana, background pendidikanya apa, sampai harus ganteng atau enggak (disini gw merasa yakin gw punya kesempatan ). Dan makin terasa special saat tau bahwa  3 Apple Developer Academy yang ada di dunia, salah satunya di Indonesia. Jadi berasa banget dong betapa spesialnya Apple Developer Academy ini.

Foto : Para pelajar sedang beraktifitas di Apple Developer Academy.

Dari hasil gw ngobrol dengan pihak Apple Indonesia yang mengelola Apple Developer Academy ini, Apple ingin berkontribusi lebih untuk Indonesia ketimbang hanya sekedar membangun manufaktur di sini. Karena untuk menjalankan bisnis sebesar Apple, dibutuhkan tidak hanya pabrik yang besar dan canggih, tapi juga sumber daya manusia yang benar-benar kompeten.

Tapi buat kalian yang berfikir kalo ini adalah jalan otomatis untuk jadi karyawan Apple, kalian salah besar. Karena alumni dari akademi ini tidak lantas menjadi karyawan Apple. Malahan bisa menjadi apapun. Bisa jadi developer kelas dunia, bisa jadi techprenuer yang memulai start up berbasis digital, atau menjadi apapun dengan mengandalkan knowledge yang baik dalam hal pengembangan aplikasi, terutama yang berbasis Swift. Karena bahasa pemrograman yang digunakan adalah Swift untuk membuat aplikasi IOS dan Mac OS.

Foto : Ruang belajar dan pusat informasi terintegrasi jadi satu.

Nah sampe sini udah tertarik banget kan? Tunggu dulu, pasti dibenak kalian akan muncul pertanyaan “Apakah harus bisa coding untuk bisa join di akademi ini?” 

Fakta Menariknya, mayoritas pelajar di sini bahkan nggak bisa coding. Kemampuan untuk coding bukanlah hal mutlak sebelum kalian join ke akademi ini. Cuma satu hal yang sebenarnya dibutuhkan untuk bisa join di akademi ini, yaitu punya kemauan untuk belajar. Karena semuanya itu bisa dipelajari Sepanjang 1 tahun program Akademi ini. Program pengajaran nya pun menurut gua sangat-sangat challenging. Gimana enggak, namanya aja adalah CBL atau Challenge Based Learning. Proses pengajarannya menggunakan tantangan yang harus dilewati, dan setiap sukses menghadapi satu tantangan akan disambut oleh tantangan berikutnya yang lebih besar. Hingga akhirnya disaat Final Project, para pelajarnyansudah siap untuk membuat aplikasinya sendiri. Dan kalau aplikasinya udah jadi, lantas hak ciptanya akan menjadi milik siapa? Apakah akan menjadi milik Apple? Jawabannya adalah tidak. Hak ciptanya tetap dimiliki oleh sang pembuat aplikasi. Keren banget kan?

Diluar itu semua, bagi kalian yang mengikuti program studi ini. Apple menyediakan fasilitas secara gratis dan cuma -cuma. Kalian akan dikasih uang saku, dibekalin MacBook Pro terbaru, dan tentunya dapat iPhone terbaru juga, Kurang enak apalagi coba? Ini terlalu menarik untuk dilewatkan.

So, apakah kalian sudah siap untuk join di Apple Developer Academy?? Simak liputan lengkapnya di video dibawah ini.

Comments (1)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *